Mengapa kekurangan air dan kekeringan

February 10 , 2022

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, air menutupi sebagian besar bumi, mengapa persediaannya sedikit?


Namun, hanya 3% dari air dunia yang segar, dan sebagian besar tidak dapat digunakan untuk manusia. Oleh karena itu, kelangkaan air merupakan masalah yang mendesak dan penting bagi sebagian besar penduduk dunia. PBB mendefinisikan kelangkaan air sebagai “kelangkaan ketersediaan karena kekurangan bahan, atau kelangkaan sumber daya karena kegagalan lembaga untuk memastikan pasokan reguler atau karena kurangnya infrastruktur yang memadai”.


Sekitar 1,1 miliar orang tidak memiliki akses ke air. Sanitasi yang tidak memadai adalah masalah yang lebih besar. Jutaan orang meninggal setiap tahun karena penyakit yang ditularkan melalui air seperti kolera, tipus dan penyakit diare. Masalahnya paling akut di Afrika, Timur Tengah dan sebagian besar Asia. PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2030, setengah dari populasi dunia akan tinggal di daerah yang kekurangan air.

Mengapa kelangkaan air menjadi masalah besar?

Sebuah badan penelitian yang berkembang telah menegaskan kembali pentingnya air dalam stabilitas geopolitik. Masalah kesehatan manusia dan pertanian juga sangat penting. Para pemimpin akan menggunakan akses ke air sebagai alat politik atau cara untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik. Peristiwa kekeringan sering dikaitkan dengan imigrasi dan perubahan rezim, Karl Bruch, direktur program internasional di Institut Hukum Lingkungan, mengatakan kepada Scientific American.

Perubahan iklim global juga berdampak pada sistem hidrologi global. Ini merusak mata pencaharian jutaan petani dan mempengaruhi makanan yang mereka hasilkan.

Apa penyebab kekurangan air?

Salah satu penyebab terbesar kelangkaan air global adalah polusi. Polusi datang dalam berbagai bentuk dan hampir selalu membuat air tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Tumpahan bahan kimia atau minyak dapat mencemari air secara permanen. Limbah industri atau kotoran yang dibuang ke sungai atau laut tanpa pengolahan yang tepat dapat mencemari sumber air. Penggunaan pestisida dan pupuk lainnya oleh petani juga dapat menyebabkan pencemaran air jika bahan kimia meresap ke dalam air tanah atau akuifer bawah tanah.

Penyalahgunaan sumber daya air adalah masalah besar lain yang menyebabkan kelangkaan air. Begitu air mulai habis, pengelolaan sumber daya yang buruk atau penggunaan air yang berlebihan sering kali menimbulkan masalah di masa depan. Sebagian besar Timur Tengah telah berubah menjadi gurun karena penggunaan air yang berlebihan, yang sangat merugikan negara-negara seperti Iran. Menurut The Guardian, Uni Emirat Arab telah berinvestasi lebih lanjut dalam desalinasi dan pabrik pengolahan air untuk memenuhi permintaan air bersih. Karena populasi global terus bertambah, tekanan pada sumber daya air dunia hanya akan meningkat.

Apa dampak dari kemarau panjang?

Kekeringan yang berkepanjangan juga menyebabkan kekurangan air. Dengan sedikit hujan di cakrawala, sungai, sungai, dan danau akan segera mengering. Ini tidak memberi orang apa pun untuk digunakan. Kekeringan secara langsung mengurangi pertumbuhan ekonomi dan memperburuk kemiskinan di daerah yang terkena dampak. Karena kekeringan seringkali tidak dapat diprediksi, mengelola sumber daya air secara efektif dan efisien sangat penting untuk mengatasi masalah apa pun. Namun, membangun ketahanan terhadap kelangkaan air adalah tugas yang menakutkan, terkadang sulit di daerah yang secara alami sangat gersang.

Tindakan (atau kelambanan) pemerintah di seluruh dunia juga dapat menyebabkan kelangkaan air. Beberapa negara menggunakan air sebagai alat politik untuk mengontrol, membatasi, dan mengizinkan penggunaannya sebagai cara untuk menjalankan kekuasaan dan pengaruh. Di sisi lain, Human Rights Watch melaporkan kekurangan air karena pihak berwenang di Thailand barat dan Bangladesh gagal mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi polusi air.


Apa dampak dari kelangkaan air?

Seiring dengan kurangnya air minum, kelaparan adalah salah satu efek terbesar dari kelangkaan air. Kurangnya air secara langsung menyebabkan berkurangnya hasil panen dan kematian ternak, yang dapat dengan cepat menyebabkan kekurangan pangan. Kelaparan dapat menyebabkan konflik dan memicu upaya migrasi yang berbahaya dan sulit dikelola. PBB mengatakan produksi pangan harus meningkat sebesar 60 persen pada tahun 2050 untuk menghindari kerusuhan politik, perang saudara, terorisme dan masalah lainnya. Anak-anak yang lapar atau haus sering tidak sekolah, yang berarti pendidikan juga menderita










Berlangganan newsletter kami
Mendaftar untuk promosi bulanan kami dan keluar produk terbaru Berita!
Tinggalkan pesan
Tinggalkan pesan
Jika Anda tertarik dengan produk kami dan ingin mengetahui lebih detail, silakan tinggalkan pesan di sini, kami akan membalas Anda sesegera mungkin.

Rumah

Produk.

tentang

kontak